Sabtu, 20 Desember 2008

Holcim Gelar Tour K3 di Delapan Kota

Rabu, 16-07-08 | 08:07 | 135
Holcim Gelar Tour K3 di Delapan Kota

SURABAYA -- Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berperan besar dalam peningkatan produktivitas kerja. Kini hal ini sedang gencar-gencarnya dikampanyekan PT Holcim Indonesia Tbk kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong dunia industri dan masyarakat sadar akan pentingnya K3.

Tak tanggung-tanggung perusahaan produsen semen asal Switzerland itu menugaskan Corporate Occupational Health and Safety Coordinator Kiki Sutjahyo untuk melakukan tur di delapan kota untuk memberikan penyuluhan tetang hal ini kepada media.

Tur yang dilaksanakan mulai Januari itu dimulai dari Jakarta dilanjutkan ke Jogjakarta, Semarang, Bogor, Bandung, Cilacap Purwokerto, dan Surabaya. Kiki mengatakan dengan dijalankannya K3 secara tertib di perusahaannya telah diraih peningkatan produktivitas kerja sampai 75 persen.

Ini karena potensi kehilangan banyak jam kerja juga mampu diminimalisir dengan adanya K3. Jika ada kecelakaan kerja maka akan ada banyak jam kerja terbuang dengan penggantian karyawan yang kecelakaan oleh karyawan baru atau mungkin juga oleh penanganan terhadap korban dan kasus kecelakaan kerja tersebut. "Tentu akan ada tindakan penyelamatan atau evakuasi korban dan penyidikan terhadao kasus kecelakaan tersebut," kata Kiki dalam penyuluhannya, Selasa 15 Juli 208.

Perusahaan pun juga bisa meminimalisir pembiayaan terhadap korban kecelakaan. Menurutnya, manfaat yang tak bisa ternilai dengan uang atau alat ukur apapun juga sangat banyak. "K3 telah menyelmatkan orang dari kecelakaan yang menyebabkan trauma, cacat anggota badan, kehilangan nyawa dan sebagainya. Hal itulah yang tak bisa ternilai dengan apapun," ujarnya.

Beberapa contoh dari unsur K3 diantaranya adalah dibuatnya perencanaan manajemen K3. Selain itu, juga dengan membuat aturan tentang pelaksanaan program, mengadakan komunikasi antar karyawan dalam pelaksanaan. Serta inspeksi terhadap pelaksanaan K3.

Kiki menambahkan untuk investasi K3 perusahaan tentunya juga akan menghabiskan dana yang sangat besar. Nilainya bisa mencapai 15 persen dari biaya produksi total. Namun nilainya akan turun setiap tahunnya. Ini karena perlengkapan yang digunakan untuk program K3 tak harus dibeli atau diperbaharui setiap tahun. Alat bisa digunakan untuk jangka waktu lama.

Seperti di Holcim kini biaya yang dikeluarkan perusahaan setelah program K3 dijalankan selama tujuh tahun, hanya sekitar 7 persen dari total biaya produksi. "Kami tak pernah membatasi anggaran untuk kebutuhan K3 karena kami tahu manfaat yang didapat tak ternilai harganya. Kami juga ingin agar masyarakat segara menyadari hal itu," tegasnya.(luq)

Tidak ada komentar: